Rabu, 05 Oktober 2011

Sejarah Internet



Dari Wikipedia

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negaratersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

[sunting]Daftar kejadian penting

Tahun

Kejadian

1957

Uni Soviet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.

1958

Sebagai buntut dari "kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.

1962

J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.

Awal 1960-an

Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.

Pertengahan 1960-an

ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.

1965

Istilah "Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson.

1968

Jaringan Tymnet dibuat.

1971

Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.

1972

Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet"

1972-1974

Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.

1973

ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.

1974

Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection".

1974

Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.

1977

Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.

1978

Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).

1979

Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.

Awal 1980-an

Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.

1982

Istilah "Internet" pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.

1986

Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.

Kejadian penting lainnya

Tahun 1971, Ray Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon "@" juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.

Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator.

Selasa, 04 Oktober 2011

BERPEGANG PADA KEBENARAN

BERPEGANG DENGAN KEBENARAN,
TANPA MENGKONFRONTASIKANNYA DENGAN PERKATAAN MANUSIA

Allâh Ta'ala berfiman,

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar

agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama, meskipun orang-orang musyrik benci.
(Qs Ash Shaf/61:9)

Dalam ayat ini, Allâh Ta'ala memberikan nikmat kepada semua manusia dengan mengutus Rasul dan Nabi terbaik kepada mereka dengan membawa sebaik-baik kitab dan risalah-Nya; yang mencakup penjelasan antara yang haq dan bathil, ilmu yang bermanfaat, amal shalih dan semua yang dibutuhkan oleh hamba demi kemaslahatannya di dunia dan akhirat, agar Allâh Ta'ala meninggikan di atas semua agama denganhujjah (argumen) dan penjelasan, dan agar Allâh Ta'ala memenangkan orang-orang yang teguh melaksanakannya dengan pedang dan panah. Allâh Ta'ala memerintahkan kepada kaum mukminin agar berpegang teguh dengan agama yang benar dan manhaj yang jelas ini, dalam semua urusan mereka, supaya mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allâh Ta'ala memperingatkan kepada mereka agar tidak berpaling atau berpegang dengan agama yang lain.

Allâh Ta'ala berfirman:

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya).

(QS Al A’raf :3)

Para ahli tafsir mengatakan, yang dimaksud (dengan kata mâ, Red) adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah; karena ia sebagai penjelas dan tafsir bagi Al-Qur’an.

Firman Allâh Ta'ala :

dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya

Maksudnya ialah janganlah kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin dan mengikuti hawa nafsu mereka dan meninggalkan al-haq karenanya.

Banyak dalil-dalil syara’, atsar dari para sahabat, para tabi’in dan para imam kaum muslimin yang memotivasi agar berpegang teguh dengan wahyu dan petunjuk yang dibawa Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam tanpa membantahnya dengan perkataan manusia, meskipun orang itu memiliki derajat dan kedudukan tinggi. Apalagi sampai mendahulukan perkataan dan pendapat mereka daripada firman Allâh Ta'ala dan sabda Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam.

Bagi setiap mukallaf, wajib untuk mengikuti kebenaran apabila jelas baginya tanpa tergantung kepada seseorang dalam menerima kebenaran. Banyak nash-nash (teks-teks) yang menunjukkan, bahwa jalan keselamatan bisa dicapai dengan berpegang kepada kebenaran, bukan kepada pribadi-pribadi (tertentu, Red). Berdasarkan dengan kebenaran, perkataan-perkataan dan pendapat-pendapat itu ditimbang, sehingga menjadi jelas benar atau salahnya suatu perkataan dan pendapat.

Adapun bergantung kepada orang-orang tertentu, mengikuti perkataan, pendapat dan ijtihad mereka kemudian langsung menerimanya tanpa melihat kesesuaiannya dengan kebenaran yang dibawa Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam dari Allâh Ta'ala, maka demikian ini merupakan cara yang berbahaya dan bertentangan dengan petunjuk Salafush Shalih.

Dikatakan oleh Imam Syatibi rahimahullâh,

”Menjadikan seseorang sebagai hakim, tanpa memandang keberadaannya sebagai perantara hukum syar’i yang dituntut secara syar’i, sesungguhnya merupakan kesesatan. Dan hujjah penentu dan hakim tertinggi adalah syari’at, bukan yang lainnya. Kemudian kami katakan, demikianlah manhaj para sahabat Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam, dan siapa saja yang membaca sejarah dan nukilan-nukilan dari mereka serta mempelajari keadaan mereka, pasti akan mengetahui hal ini dengan ilmu yang yakin.”

Beliau rahimahullâh juga berkata,

”Sungguh, kebanyakan orang tersesat akibat berpaling dari dalil-dalil dan (kemudian) bergantung kepada manusia. Mereka keluar dari (pemahaman, Pent) para sahabat dan tabi’in. Mereka memperturutkan hawa nafsu dengan tanpa ilmu, sehingga keluar dari jalan yang lurus.”

Beliau rahimahullâh juga mengatakan, bahwa mengekor kepada pribadi-pribadi merupakan ciri orang sesat.

DALIL-DALIL WAJIBNYA BERPEGANG KEPADA KEBENARAN

Di bawah ini, terdapat beberapa dalil syari’i dan atsar-atsar tentang kewajiban berpegang teguh kepada kebenaran dan mengenyampingkan ketergantungan kepada pribadi-pribadi tertentu. Allâh Ta'ala berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allâh dan Rasul-Nya.

Dan bertaqwalah kepada Allâh.
Sesungguhnya Allâh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Qs Al-Hujurat/49:1)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullâh berkata,

”Ayat ini memuat adab kepada Allâh, Rasul-Nya, mengagungkan, menghormati serta memuliakan-Nya. Allâh memerintahkan kepada kaum mukminin dengan sesuatu yang menjadi konsekwensi keimanan mereka kepada Allâh dan Rasul-Nya. Yaitu dengan menjalankan perintah-perintah Allâh dan menjauhi larangan-Nya. Dan hendaknya mereka berjalan mengikuti perintah Allâh , mengikuti Sunnah Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam dalam semua urusan, tidak mendahului Allâh dan Rasul-Nya; tidak mengatakan sesuatu, sehingga Allâh mengatakannya. Mereka tidak memerintahkan, sehingga Allâh memerintahkannya."

Disini juga terdapat larangan yang keras mendahulukan perkataan selain Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam daripada sabdanya. Apabila Sunnah Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam telah jelas, maka wajib mengikuti dan mendahulukannya daripada perkataan yang lainnya, siapapun juga.

Allâh Ta'ala berfirman,

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad). Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allâh sedikitpun; dan Allâh akan memberi balasan kepada orangorang yang bersyukur.

(Qs Ali Imran/3:144)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullâh mengatakan :

“Dalam ayat yang mulia ini terdapat petunjuk dari Allâh untuk para hamba agar kokoh dalam satu kondisi, tidak goyah keimanannya atau sebagian konsekwensi keimanannya akibat kevakuman pemimpin, walaupun itu sulit. Demikian ini tidak dapat direalisir, kecuali dengan mempersiapkan semua urusan agama dengan sejumlah orang yang memiliki kemampuan. Apabila hilang salah satunya, maka ada orang lain yang menggantikan. Dan hendaknya semua kaum mukmin memiliki tujuan menegakkan agama Allâh dan berjihad semampunya. Dan hendaknya mereka tidak memiliki tendensi pemimpin tertentu, dengan demikian semua urusan mereka menjadi stabil”.

Hadits Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam :

Umar bin Khathab radhiyallâhu'anhu (datang) kepada Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam sambil membawa sebuah kitab yang ia dapatkan dari sebagian Ahli Kitab. Kemudian Nabi dibacakan kitab tersebut. Nabi marah dan bersabda, ”Apakah engkau merasa bingung dengan apa yang ada di dalamnya, wahai putra Khathab? Demi Dzat, yang jiwaku berada ditangan-Nya. Sungguh aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu yang jelas. Janganlah kalian bertanya kepada Ahli Kitab tentang satu hal, karena (mungkin, Red) mereka akan memberitahu kalian satu kebenaran, akan tetapi kalian mendustakannya. Atau mereka mengabarkan satu kebatilan, akan tetapi kalian percaya. Demi Dzat, yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya Musa masih hidup, maka wajib baginya untuk mengikutiku.

(HR Ahmad, Ibnu Abi Ashim, dan dinyatakan hasan oleh Al Albani)

Dari Anas bin Malik radhiyallâhu'anhu, beliau berkata : Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda,

Janganlah kalian merasa heran dengan amalan seseorang, sehingga kalian melihat amalan akhir hayatnya, karena mungkin seseorang beramal pada suatu waktu dengan amalan yang shalih, yang seandainya ia mati, maka ia masuk surga. Akan tetapi ia berubah dan mengamal perbuatan yang jelek. Dan mungkin seseorang beramal pada suatu waktu dengan suatu amalan jelek, yang seandainya ia mati, maka akan masuk neraka. Akan tetapi ia berubah dan beramal dengan amalan shalih. Maka apabila Allâh menginginkan satu kebaikan kepada seorang hamba, Allâh akan menunjukinya sebelum ia meninggal dan memberikan taufik kepadanya untuk beramal shalih.

(Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Ashim dalam kitab As-Sunnah 1/174.
Syaikh Al Albani mengatakan,”Sanadnya shahih.”)

Juga dari beliau (Anas bin Malik radhiyallâhu'anhu), Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda,

Janganlah kalian merasa heran dengan seseorangvsampai kalian mengetahui dengan amal apa ia mengakhiri hidupnya.

(Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Ashim,
Syaikh Al Albani mengatakan,”Sanadnya shahih.”)

Juga dari beliau (Anas bin Malik radhiyallâhu'anhu), Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda,

Akan keluar atau akan ada pada kalian satu kaum yang beribadah dan taat beragama, sehingga kalian merasa takjub dengan mereka dan mereka bangga dengan diri mereka. Mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya.

(Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Ashim,
Syaikh Al Albani mengatakan,”Sanadnya shahih.”)

TIGA HAL YANG MENGHANCURKAN AGAMA

Dari Umar bin Khathab radhiyallâhu'anhu, beliau berkata bahwa Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda,

Tiga hal yang menghancurkan agama; kesalahan seorang ‘alim, perdebatan orang munafiq dengan menggunakan Al-Qur’an dan para imam yang menyesatkan.

(Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam kitab Jami’ Bayan Ilmu Wa Fadlihi)

Dari Abu Darda’ radhiyallâhu'anhu, beliau berkata Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda,

Sesungguhnya diantara yang aku khawatirkan atas kalian, adalah kesalahan orang yang ‘alim, perdebatan orang munafiq dengan Al-Qur’an. Sementara Al-Qur’an adalah sebuah kebenaran, di atasnya ada cahaya seperti rambu-rambu bagi jalan.

(Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam kitab Jami’ Bayan Ilmu Wa Fadlihi)

Dan dari Ibnu Abbas radhiyallâhu'anhu, dia mengatakan :

”Celakalah orang-orang yang mengekor karena kesalahan-kesalahan orang ‘alim.”

Beliau ditanya :

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

Beliau berkata,

”Seorang ‘alim berkata tentang sesuatu berdasarkan pendapatnya, kemudian sang pengikut mendapatkan orang yang lebih tahu tentangRasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam dari imamnya, tapi ia meninggalkan perkataan orang yang lebih tahu tersebut, kemudian pengikut itu berlalu.”

Ali bin Abi Thalib radhiyallâhu'anhu berkata,

”Janganlah kalian mengambil seseorang sebagai tauladan, karena kadang seseorang beramal dengan amalan ahli surga, kemudian ia berbalik karena ilmu Allâh dan beramal dengan amalan ahli neraka, kemudian ia mati, sehingga menjadi ahli neraka. Dan kadang seseorang beramal dengan amalan ahli neraka, kemudian ia berbalik karena ilmu Allâh dan beramal dengan amalan ahli surga, kemudian ia mati, lalu ia menjadi ahli surga. Kalaupun engkau harus mengikuti seseorang, maka ikutilah orang-orang yang sudah mati bukan orang yang masih hidup.

(Al Jami’, Ibnu Abdil Barr)

TAULADAN TERBAIK

Ibnu Mas’ud radhiyallâhu'anhu berkata,

”Ingatlah. Jangan sekali-kali salah seorang diantara kalian bertaqlid kepada seseorang dalam masalah agama; jika panutannya beriman, ia ikut beriman; dan jika panutannya kufur, ia ikut kufur. Sesungguhnya tidak ada tauladan pada manusia”. (Al Jami’, Ibnu Abdil Barr)

Beliau radhiyallâhu'anhu juga berkata:

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menjadikan seseorang sebagai panutan, maka jadikanlah orang yang sudah mati sebagai panutan. Karena yang masih hidup tidak aman dari fitnah. Mereka (yang sudah mati itu, Red) adalah para sahabat Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam. Mereka adalah orang-orang yang paling utama (generasi terbaik) dari umat ini, hati mareka paling bertaqwa, paling dalam ilmunya, dan paling sedikit menyusahkan diri. Allâh memilih mereka untuk menemani NabiNya, menegakkan agamaNya. Maka, fahamilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak mereka. Sesungguhnya mereka berada diatas jalan yang lurus.”

Abdullah bin Mubarak rahimahullâh berkata,

”Bisa jadi seseorang yang memiliki kebaikan dan atsar yang baik dalam Islam, terjatuh kepada kekeliruan dan kesalahan, maka janganlah diikuti kesalahan serta kekeliruan orang tersebut.”

Imam Malik rahimahullâh berkata:

"Tidaklah setiap perkataan orang itu harus diikuti, walaupun ia memiliki keutamaan, berdasarkan Firman Allâh Ta'ala,

yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.

(QS Az Zumar:18)

Az Zuhri rahimahullâh berkata:

"Para ulama kita terdahulu mengatakan,”Berpegang teguh dengan Sunnah adalah keselamatan, dan ilmu akan dicabut dengan cepat. Hidupnya ilmu, berarti kekokohan agama dan dunia, sedangkan hilangnya ilmu, berarti kepunahan semua itu.”

Al Auza’i rahimahullâh mengatakan,

”Dikatakan, lima hal yang ditempuh oleh para sahabat Nabi dan para tabi’in; berpegang teguh dengan jama’ah, mengikuti Sunnah, memakmurkan masjid, membaca Al Qur’an dan berjihad dijalan Allâh.”

Mujahid rahimahullâh mengatakan,

’Tidak ada seorangpun perkataannya (boleh, Red) diambil dan ditinggalkan, kecuali Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam.”

Ibnu Khuzaimah rahimahullâh berkata,

”Tidaklah ada seseorangpun yang boleh berkata, kecuali bila telah benar kabar dari Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam .”

BERPEGANG TEGUH DENGAN SUNNAH

Selayaknya bagi yang ingin mencari kebenaran dan mengikuti Sunnah agar mengikatkan dirinya dengan dasar yang agung dan jalan yang jelas ini. Yaitu berpegang teguh dengan Sunnah dan mengikuti pemahaman para salafush shalih, berupa pengagungan terhadap dalil-dalil dan tidak mempertentangkannya dengan perkataan siapapun, apalagi mendahulukan perkataan orang atas dalil tersebut. Dan hendaknya tidak tertipu dengan kebaikan seseorang ataupun dengan amalan seseorang. Karena orang yang masih hidup tidak aman dari fitnah. Sesungguhnya sebaik-baik orang yang diikuti adalah Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam dan para sahabatnya radhiyallâhu'anhum, yang Allâh Ta'ala telah memberikan tazkiyah (pengakuan, Red.) kepada mereka.

Allâh Ta'ala telah berfirman di dalam kitab-Nya (A-Qur'an) dan Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam telah wafat. Allâh Ta'ala ridha atas mereka (para sahabat radhiyallâhu'anhum) dan para tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik.

Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam telah bersabda tentang mereka:

Sebaik-baik generasi adalah generasiku,

kemudian yang setelahnya,
kemudian yang setelahnya.
(Muttafaq ‘alaih)

Semoga bermanfaat.

* Diterjemahkan oleh Adi Abdul Jabbar dari Majalah Al Furqan edisi 254 dan 255

* Di copy and paste oleh Abu Zaid dari laman : http://majalah-assunnah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=174

(Majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun VIII)

soal remedial bio kelas 8

answer briefly and clearly

  1. Explain any factors influencing growth and development in plant...
  2. What is complete metamorphosis? Mention three animals experiencing complete metamorphosis....
  3. Mention order of human growth and development phases?
  4. Describe difference between secondary characteristics in girls and those in boys!
  5. Why do bone in human musculoskeletal system play a role?
  6. What would happen if our skeleton does not have any joints?
  7. Explain division of bones based on shape!
  8. Mention types of diarthrosis in humans? Give examples for each!
  9. Tell process of food substance until becomes food essence that is absorbed by the small intestine?
  10. What is cause of diarrhea?

answer written in the form of word and send an answer via email and in the form of portfolio slowest Date 15 october 2011,

Minggu, 02 Oktober 2011

bridging course di pabrik teh gunung dempo




liburan di pantai bengkulu



Rangkaian Kisah Perjalanan Waktu


(Oleh :The little bird adalah nama pena dari yuni hastuti)

Sebagai kisah. Waktu menjadi hal utama dalam setiap perjalanan. Meminjam relativitas maka kisah tak menjadi benar pun bukan kesalahan. Kisah melingkupi waktu tanpa jeda. Memiliki kuasa terhadap waktu, dan perjalanan ditempuhi sebagaimana mestinya. Nilai dari kisah menjadi nilai bagi waktu. Perjalanan menjadi arah dari nilai kisah dan waktu. Bisakah menolak statemen sebuah nilai? Sementara relativitas melingkupi segalanya? Maka biarkanlah penilaian menjabarkan makna dari relativitas itu sendiri.

Kisah akan menjadi menarik jika pendengar mempunyai ketertarikan yang sama dari cerita kisah. Perjalanan terasa bermakna jika yang menempuh mempunyai visi yang sejalan dengan apa yang tergerak dari misi-misi yang dilampaui. Waktu akan menjadi kelezatan jika perjalanan membuat kisah yang diinginkan sang pelaku. Sebaliknya makna akan tercecer sia-sia jika kisah bukan terangkai dalam perjalanan di waktu yang tepat. Maka relativitas menjadi hal yang menjangkau pembenaran-pembenaran dan alasan menyalahkan.

Tak akan cukup jika memaknai kisah, perjalanan dan waktu dalam perpesktif ingin. Karena ketiganya tidak berdasarkan ingin namun terjadi karena mestinya dan itu seringkali di luar ingin. Namun kemampuan mengecap getirnya pahit serta nikmatnya manis menjadi hal penting. Karena jika rasa itu hilang maka diperlukan pencarian untuk menikmati kegetiran dan manis yang juga tunduk pada relativitas.

Seperti malam ini, indah sekali pancaran lampu kota pada bening dan ketenangan laut, dimanja iringan musik yang easy listening pasti nuansa romantis menjadi keindahan sempurna dalam suasana seperti ini. Pada kenyataannya ada rasa sepi mendera. Sekalipun deru kendaraan meningkahi alunan musik yang terdengar. Karena romantisme membutuhkan kehadiran pihak lain, ia tak bisa dinikmati dalam kesendirian. Kadang duduk menikmati segelas teh manis dan semangkok mie ayam menjadi luar biasa romantis dan berkesan saat ditemani orang yang tepat. Maka nilai relativisme menjadi hal yang tak terelakkan.

Maka dari fakta di atas ada kisah yang terangkai dari perjalanan yang terentang dalam waktu tertentu hasilnya sebuah relativitas yang termakna dalam: kesan. Kesan tidak mengandung pembenaran ataupun opini negatif. Karena kesan sendiri relatif, bisa saja (mengacu fakta diatas) tak terlupakan, biasa saja, sangat menjengkelkan atau pendapat anda yang mungkin berbeda dengan pendapat-pendapat di atas dan tentu saja apa yang anda utarakan benar untuk anda sendiri. So, mencela suatu kisah secara bersamaan juga mencela suatu waktu dan pelaku yang hanya menjalani mestinya. Mestinya tidak ada pencela tapi pencela bisa dipositifkan menjadi pengkritik yang membangun jiwa dan pencela dapat dinegatifkan menjadi pembunuh jiwa karena ada relativitas disini.

Jadi ngotot agar pendapat diri sendiri diterima dan mutlak benar dalam bungkus label-label positif sepertinya perlu dikaji ulang. Maka mampukan untuk mengecap rasa yang terkandung dalam suatu perjalanan yang di tempuh karena kisahnya akan mengesankan bagi waktu yang terlewati. Namun ada kesan-kesan yang diterima umum karena rasa bahagia dan senang dialiri senyawa yang sama yaitu pemenuhan dan kepuasan. Sehingga kisah bukan deretan kehampaan yang kosong dan menjemukan. Sekalipun relatif ada yang digarisbawahi bahwa nilai relatif tersirat dalam kadar, dalam prosentase. Bukan pada nilai mutlak. Namun nilai mutlak dapat di tembus relativitas jika ada dalam ambang batasnya. Karena hitam dan putih bertemu dalam abu-abu, benar dan salah ada di pembolehan.

Maka seringkali si A mengoceh mengkritisi hal-hal yang bahkan tak ada hubungannya dengan hidupnya. Si B tak peduli lagi sekalipun mengenai hal-hal yang menyentuh dirinya. Si C hanya tercenung, tersentak jika itu cukup memberi impresi bagi dirinya. Akan ada banyak respon bahkan mengenai satu peristiwa yang sama karena perjalanan yang berbeda yang telah di tempuh si A, si B, si C dan anda. Karena waktu si A, si B, si C dan anda saat menyikapi hal yang sama baik dari segi umur atau psikologis ketiganya memiliki perbedaan. Karena kisah yang di miliki anda maupun lainnya: sungguh berbeda. Maka jika ingin menetapkan nilai carilah hal yang tidak memihak, ada PP, UU dan Al Quran. Namun, kita seringkali tak mengetahui kandungannya sehingga opini pribadi menguasai, dan naik pangkat menjadi doktrin baru.

Sehingga bertaburan doktrin-doktrin yang memacu doktrin lain dari pihak yang mempunyai kepentingan berbeda.

Di sisi lain mengabaikannya akan memunculkan sifat apatis dan statis. Dan menjadi menarik di sini jika si apatis bertemu dengan si dinamis. Akan membutuhkan perjalanan yang panjang dan waktu yang lama untuk mencapai titik temu sehingga akan menghasilkan kisah yang luar biasa. Maka bisa kita sebut bahwa kita lahir untuk membuat kisah bukan untuk bersandiwara. Karena sandiwara hanya potongan kecil dari kisah. Maka adanya sisipan sandiwara ini yang membuat pelaku mampu tersenyum di tengah kepungan pilu, mampu merajuk dalam badai amarah, dan mampu terbahak di antara tangis yang hebat. Kisah akan banyak dihiasi hal mungkin dan musykil karena kekuatan seseorang menempuh perjalanan dan bertahan di antara keringnya waktu. Kisah, perjalanan, dan waktu menerjemahkan pertemuan antara ingin dan seharusnya. Terkadang nampak seiring namun seringkali bersebrangan. Ingin terwujud dalam situasi penuh pemikiran, pertimbangan akan kelayakan seharusnya. Seharusnya merupakan kumpulan opini di suatu waktu yang mengalami pergeseran nilai, nilai mutlaknya adalah relativitas. Seharusnya bukan kebenaran. Seharusnya adalah muara ingin dari opini yang disepakati. Maka, sejarah mencatat kisah-kisah yang nilainya saling bertabrakan namun menjadi nilai yang dianut masyarakat pada jamannya. Jadi, memungut kisah bukan berarti seutuhnya menjadi nilai diri, perjalanan kita, waktu kita berperan penting untuk menentukan langkah yang akan kita lakukan mengenai sebuah kisah. Kisah dan kasih juga terdiri dari huruf yang sama dengan makna berbeda. Maka kesan tak berlebihan jika dimaknai dari kisah kasih itu sendiri. Perjalanan waktu yang akan menentukan sebuah kisah akan terhenti pada bendungan kasih. Akhir perjalanan untuk melenakan diri, melesapkan waktu, mengartikan diri dan melakukan kolaborasi secara mendalam dalam merangkai kisah di waktu perjalanan selanjutnya.

Kasih sebagai jembatan perbedaan masing-masing orang dengan perjalanan, kisah dan waktu yang tak sama. Walaupun bahasa kasih itu terbata untuk dipahami, kasih mempunyai relativitas yang rentangannya lebih sempit. Karena kasih masing-masing yang mempunyai perbedaan perjalanan, waktu, dan kisah berbeda berusaha saling mendekat. Sekalipun tak benar-benar menyatu, setidaknya mempunyai kesaling pengertian yang lebih toleran hingga aku itu mendayu di kita. Maka ingin kita seharusnya bisa di diskusikan tidak harus melalui inginku sendiri atau inginmu. Maka relativitasnya akan menarik dan melebur kita pada kisah yang bertautan, itu mendamaikan. Memudahkan penerapan tata tertib RT lebih aplikatif. Menjadikan keamanan bukan sekedar deretan huruf.

Dan kita telah dibiasakan memahami kisah, kasih, dan apapun dengan deretan huruf. Bukan rasa. Maka ada statemen rancu yang merusak maknanya; aku marah sama kamu karena aku sayang sama kamu. Statemen ini rancu. Akankah rasa sayang bisa diberikan melalui sebuah kemarahan? Karena sayang adalah sesuatu yang menyentuh hati, maka diperlukan hati yang penuh kasih sayang untuk menyampaikannya, bukan mulut yang penuh kalimat-kalimat basa-basi.

Waktu yang akan mengajari bagaimana kita bisa merangkai kisah perjalanan yang penuh kasih. Jika kita mengijinkan Sang Pencipta menggoreskan pena kasih dalam hati kita, bukan sekedar membuka hati tanpa sesuatupun tercetak di dalamnya. Dan berhentilah mengeluarkan statemen yang bernilai basa-basi/lip service. Karena hati bisa menangkap rasanya. Jangan biarkan ekspresi orang mengecoh kita dan menganggap kita telah melakukan hal yang benar. Bisa jadi ekspresi ditunjukkan karena sang penikmat telah bosan berhadapan dengan kita. Biar kita segera menghentikan amunisis kata-kata maka pura-pura mengerti, pura-pura patuh menjadi pilihan sang penikmat. Sang penikmat tahu bahwa kita hanya bisa berkata-kata. Kita sendiri jauh dari apa yang kita katakan.

Maka rangkailah kisah perjalanan itu dengan perbuatan demi perbuatan yang selaras dengan kata-kata. Jangan sok bijak jika memaknai kata bijak kita masih terbata. Waktu demi waktu tidak bisa dilukis dengan kata perkata. Tapi perbuatan kita akan terpatri dengan sendirinya dalam rentangan waktu.

Memang, berat sekali menjadi jujur. Sementara orang-orang lebih menyukai service sekalipun itu tidak tulus. Orang lebih menyukai dipatuhi walaupun patuh terpaksa. Orang akan menganggap permasalahan selesai jika kita mengatakan: ya, walaupun itu tidak dari hati. Kenapa? Karena pamrih bertebaran, kepalsuan diperebutkan, doktrin menjadi senjata untuk menutup akal. Lalu kisah itu tak pernah ada. Hidup menjadi sepotong sandiwara tanpa makna.

Kita yang menentukan; akankah kita merangkai kisah dalam rentangan waktu yang singkat ini? Atau kita menjadi kisah yang terlupakan.


Sumber:

http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/27/rangkaian-kisah-perjalanan-waktu/