Rabu, 21 September 2011

SITEM EKSRESI PADA MANUSIA

Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan

Indikator

1. Membandingkan macam organ penyusun sistem ekskresi pada manusia

2. Mendeskripsikan fungsi sistem ekskresi

3. Mendata contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem ekskresi yang
biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya

Materi

Sistem Ekskresi

Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.

Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit.

Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari:

1. Paru-paru,

2. Hati,

3. Kulit, dan

4. Ginjal.

Paru-paru

PARU-PARU (PULMO)

Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.

Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura.

FUNGSI PARU-PARU

Seorang anak sedang menghembuskan nafas di depan kaca, kemudian kaca tersebut akan terlihat berembun

Seorang anak meniup botol yang berisi air kapur yang telah diendapkan. Terjadi perubahan warna air kapur dari yang mulanya jernih menjadi keruh

Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O).

Di dalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung

Kelainan-kelainan pada paru-paru, diantaranya adalah:

1.

Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.

2.

Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.

3.

Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.

KELAINAN-KELAINAN PADA PARU-PARU

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Penderita asma yang sedang menggunakan inhaler

Paru-paru normal

Paru-paru penderita kanker

Paru-paru penderita emphysema

CARA MENGATASI KELAINAN PADA PARU-PARU

Upaya menghindari dan mengatasi kelainan-kelainan pada paru-paru adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, diantaranya:

1. Mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur

2.
Berolah raga dengan teratur

3. Istirahat minimal 6 jam per hari

4. Mengindari konsumsi rokok, minum minuman beralkohol dan narkoba

5. Hindari Stress

HATI (HEPAR)

Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri.

Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu

KELAINAN-KELAINAN PADA HATI

Gangguan pada hati yang umumnya dijumpai di masyarakat saat ini adalah HEPATITIS atau PENYAKIT KUNING. Disebut demikian karena tubuh penderita menjadi kekuningan, disebabkan zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus yang dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah.

Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Penyebab penyakit hepatitis yang utama adalah virus. Virus hepatitis yang sudah ditemukan sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT

FUNGSI HATI

Hati merupakan organ yang sangat penting, berfungsi untuk:

1. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah

2. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula

3. Membentuk protein tertentu dan merombaknya

5. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin

MENGATASI KELAINAN-KELAINAN PADA HATI

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Foto seorang petugas posyandu sedang memberi vaksin hepatitis B kepada seorang bayi

pola makanan 4 sehat 5 sempeseorang yang sedang makan dengan urnaS

Karikatur beberapa orang pria dan wanita sedang berpesta minuman keras yang diberi tanda silang merah

Beberapa orang sedang berolahraga

Cara mengatasi kelainan-kelainan pada hati diantaranya adalah dengan:

1. Pemberian vaksinasi

2. Makan makanan yang sehat

3. Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang

4. Berolahraga dengan teratur

5. Sterilisasi penggunaan jarum suntik

6. Menghindari pergaulan bebas (berganti-ganti pasangan
)

Gambar : Penderita hepatitis yang tubuhnya berwarna kuning

Beberapa jenis hepatitis yang saat ini harus diwaspadai adalah:

1.

Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA)

2.

Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB)

3.

Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC)

Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin

Kulit

Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.

FUNGSI KULIT

Fungsi kulit antara lain sebagai berikut:

- mengeluarkan keringat


- pelindung tubuh

- menyimpan kelebihan lemak

- mengatur suhu tubuh, dan

- tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan
bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet

Proses Pembentukan Keringat



Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi, pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa panas tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal

KELAINAN PADA KULIT

Seorang gadis remaja yang terkena komedo di wajahnya

Seorang gadis remaja di wajahnya terdapat jerawat biasa

Seorang gadis remaja yang terkena jerawat batu


Kelainan pada kulit yang banyak dialami oleh para remaja adalah jerawat. Ada tiga tipe jerawat, yaitu:

1. Komedo

2. Jerawat biasa

3. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung)

Banyak jenis obat dan perawatan yang ditawarkan untuk menghilangkan jerawat. Namun, sesungguhnya alam sudah menyediakan aneka tanaman yang mampu menghilangkan jerawat. Tanaman-tanaman itu antara lain tomat, jeruk nipis, belimbing wuluh, mentimun, dan temulawak

MENGATASI KELAINAN PADA KULIT

Kulit perlu mendapat perawatan yang tepat agar senantiasa sehat. Berikut 4 langkah perawatan kulit yang sangat mendasar:

1. Makan Makanan Yang Mengandung Nutrisi
Kulit seperti juga organ tubuh lain, terdiri atas sel-sel yang berkembang dan membutuhkan berbagai nutrisi. Nutrisi pada kulit digunakan untuk mengaktifkan sirkulasi darah ke kulit, menjaga kelenturan dan kekencangan kulit serta mencegah oksidasi lemak yang menyebabkan kulit menjadi kering
.

2. Minum Air Putih Minimal 8 Gelas Setiap Hari
Air berfungsi sebagai media untuk mengangkut dan membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh dan mencegah kekeringan. Selain 8 gelas air segar setiap hari, asupan cairan yang baik bagi kulit bisa didapatkan dari buah dan sayuran
.

3. Berolahraga Dengan Teratur
Olahraga teratur 3 kali seminggu akan membantu kelancaran sirkulasi darah, sehingga asupan nutrisi kulit terpenuhi
.

4. Mandi Untuk Membersihkan Badan
Mandi secara teratur menggunakan sabun, bermanfaat menghilangkan lemak dan kotoran pada permukaan kulit. Namun kita perlu berhati-hati dalam memilih sabun, karena detergen yang terkandung di dalamnya cenderung meningkatkan pH kulit sehingga dapat menyebabkan kekeringan pada kulit
.

Ginjal

Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (mDunia kedokteran biasa menyebutnya `ren` (renal/kidney). Bentuknya seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah edula)dan rongga ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman)yang didalamnya terdapat Glomerolus

FUNGSI GINJAL


1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh

2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan

3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal

4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia

5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang
.

PROSES PEMBENTUKAN URINE

Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses, yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan augmentasi.

1. Penyaringan (filtrasi)


Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan.

Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan.

Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya


2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)


Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.

Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal.

Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin.

Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea
.


3. Augmentasi

Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.

Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra.

Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin
.

KELAINAN PADA GINJAL

Kelainan-kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal:

A. Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan kelainan pada ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme.

Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh:

1. Makan makanan berlemak

2. Kolesterol dalam darah yang tinggi

3. Kurang berolahraga

4. Merokok, dan

5. Minum minuman beralkohol.

Mengatasi Gagal Ginjal

Kemajuan ilmu pengetahuan, memungkinkan fungsi ginjal digantikan. Penggantian fungsi tersebut dikenal dengan Renal Replacement Therapy (RRT) atau Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Ada dua cara TPG, yakni transplantasi/cangkok ginjal dan dialisis/cuci darah . Dialisis/cuci darah dibedakan menjadi:

1. HD (Hemodialisis), dialisis dengan bantuan mesin

2. PD (Peritoneal Dialisis), dialisis melalui rongga perut

B. Batu Ginjal

Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.

Batu ginjal merupakan kristal yang terlihat seperti batu yang terbentuk di ginjal. Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi “batu”. Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih, saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni yang tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat.



SISTEM SARAF PADA MANUSIA

Kompetensi

  1. Mendeskripsikan struktur neuron
  2. Menjelaskan macam-macam neuron
  3. Mendeskripsikan impuls saraf
  4. Menjelaskan macam gerak
  5. Mendeskripsikan sistem saraf
  6. Mendeskripsikan fungsi saraf otonom.

Pengantar

Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut.

Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera.

Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh (eksternal) misalnya suara, cahaya, bau, panas, dingin, manis, pahit dan sebagainya. Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh disebut juga rangsangan internal, misalnya rasa haus, lapar, dan nyeri.


Struktur Neuron

Sistem saraf yang terdapat pada tubuh manusia terdiri atas unit-unit terkecil yang disebut neuron (sel saraf). Neuron yang terdapat dalam tubuh manusia jumlahnya trilyunan. Neuron adalah sel yang mempunyai kemampuan menerima impuls dan menghantarkan impuls. Neuron sel-selnya tidak mengalami pembelahan sel sehingga jika sudah mati atau rusak neuron tidak dapat diganti.

Setiap neuron terdiri atas tiga bagian yaitu badan sel, dendrit, dan akson.

BADAN SEL (PERIKARION)
Badan sel terdiri dari inti sel (nukleus), anak inti sel (nukleolus) dan sitoplasma yang mengandung substansi kromatik yaitu badan Nissl serta serabut halus pada badan neuron yang disebut neurofibril. Badan Nissl akan tampak jika dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron seperti retikulum endoplasma granuler yang tersusun sejajar antara yang satu dengan yang lain.

DENDRIT
Dendrit yaitu juluran atau serabut pendek bercabang yang merupakan tonjolan dari sitoplasma pada badan sel. Di dalam dendrit terdapat badan Nissl dan mitokondria. Dendrit berfungsi menghantarkan impuls ke badan sel.

AKSON
Akson atau neurit yaitu juluran atau serabut panjang dari badan sel, dan berfungsi untuk menghantarkan impuls dari badan sel menuju ujung akson.
Serabut akson yang tipis dengan bentuk panjang di dalamnya terdapat mitokondria, neurofibril tetapi tidak terdapat badan Nissl sehingga tidak terlibat dalam sintesis protein.
Akson diselubungi oleh substansi lemak berwarna putih kekuningan yang disebut selubung mielin, selubung ini berfungsi sebagai isolator yang melindungi akson terhadap tekanan dan luka. Juga memberi nutrisi pada akson dan mempercepat jalannya impuls. Pada tempat tertentu ada akson yang tidak dibungkus selubung mielin yang disebut nodus Ranvier.

Macam-macam Neuron

Berdasarkan fungsinya neuron ada tiga macam yaitu:neuron sensorik, neuron motorik, neuron konektor (interneuron).

  1. Neuron sensorik

Neuron sensorik merupakan sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor (alat indera) menuju ke otak atau sumsum tulang belakang. Oleh karena itu neuron ini disebut juga neuron indera karena dendrit neuron ini berhubungan dengan alat indera untuk menerima impuls sedangkan aksonnya berhubungan dengan neuron lain.

  1. Neuron Motorik

Neuron motorik merupakan sel saraf yang berfungsi untuk membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor (otot atau kelenjar dalam tubuh). Neuron ini disebut neuron penggerak karena neuron motorik dendritnya berhubungan dengan akson lain sedangkan aksonnya berhubungan dengan efektor yang berupa otot atau kelenjar.

  1. Neuron konektor (interneuron)

Neuron konektor merupakan neuron berkutub banyak (multipolar) yang memiliki banyak dendrit dan akson. Neuron konektor berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik. Neuron ini disebut neuron penghubung atau perantara karena ujung dendrit neuron yang satu berhubungan dengan ujung akson neuron yang lain.

Impuls Saraf

Neuron Istirahat

Impuls saraf atau rangsang saraf adalah pesan saraf yang dialirkan sepanjang akson dalam bentuk gelombang listrik. Bila sebuah saraf tidak menghantarkan impuls, maka serabut saraf tersebut dalam keadaan istirahat.

Salah satu sifat neuron yaitu permukaan luarnya bermuatan positif, sedangkan bagian dalamnya bermuatan negatif. Bila neuron mendapat rangsangan, maka akan terjadi perubahan muatan pada kedua permukaannya, yaitu permukaan luar bermuatan negatif sedangkan bagian dalamnya bermuatan positif, keadaan ini disebut depolarisasi.

Neuron diberi Rangsangan

Alur impuls saraf adalah:

  1. Saraf dalam keadaan istirahat (tidak menghantarkan impuls), serabut saraf dalam keadaan polarisasi yaitu permukaan membran luar bermuatan positif, sedangkan membran dalam bermuatan negatif.
  2. Saraf dirangsang disuatu tempat tertentu sehingga terjadi depolarisasi, yaitu permukaan luar bermuatan negatif, sedang permukaan dalam bermuatn positif.
  3. Antara daerah yang mengalami depolarisasi dengan daerah yang mengalami polarisasi timbul aliran listrik. Aliran listrik ini disebut arus lokal. Adanya arus lokal menyebabkan depolarisasi didaerah sebelahnya, kemudian diikuti arus lokal dan depolarisasi didaerah sebelahnya demikian seterusnya.
  4. depolarisasi akan menjalar disepanjang serabut saraf, hal ini yang disebut impuls saraf.

Macam-macam Gerak



Sebagai bukti adanya penghantaran impuls oleh saraf adalah timbulnya gerak pada anggota tubuh. Gerakan tersebut terjadi karena proses yang disadari yang disebut juga gerak sadar atau gerakan biasa, sedangkan gerak yang tidak disadari disebut gerak refleks.

Gerakan biasa atau gerak sadar,

Yaitu gerak yang terjadi melalui serangkaian alur impuls. Alur impuls tersebut dimulai dari reseptor sebagai penerima rangsangan, lalu ke saraf sensorik sebagai penghantar impuls, kemudian dibawa ke saraf pusat yaitu otak untuk diolah.

Akhirnya muncul tanggapan yang akan disampaikan ke saraf motorik menuju ke efektor dalam bentuk gerak yang disadari.

Contoh gerakan sadar antara lain: berjalan, olah raga, makan , minum dan sebagainya.

Gerakan yang tidak disadari atau gerak refleks merupakan suatu reaksi yang bersifat otomatis atau tanpa disadari. Impuls saraf pada gerak refleks melalui alur impuls pendek. Alur impuls dimulai dari reseptor sebagai penerima rangsangan, kemudian dibawa oleh neuron ke sumsum tulang belakang, tanpa diolah oleh pusat saraf. Kemudian tanggapan dikirim oleh saraf motorik menuju ke efektor. Alur impuls pada gerak refleks disebut lengkung refleks.

Ada dua macam gerak refleks yaitu:

  1. Refleks otak, adalah gerak refleks yang melibatkan saraf perantara yang terletak di otak, misalnya berkedipnya mata, refleks pupil mata karena rangsangan cahaya.
  2. Refleks sumsum tulang belakang, adalah gerak refleks yang melibatkan saraf perantara yang terletak di sumsum tulang belakang, misalnya sentakan lutut karena kaki menginjak batu yang runcing.

Sistem Saraf

Setiap impuls saraf akan berhubungan dengan sistem saraf, yang terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar atau sistem saraf otonom, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut:


Saraf Pusat

Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem ini yang mengintegrasikan dan mengolah semua pesan yang masuk untuk membuat keputusan atau perintah yang akan dihantarkan melalui saraf motorik ke otot atau kelenjar. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu kedua organ tersebut dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut meninges. Meninges tersusun atas tiga lapisan yaitu: piameter, arachnoid dan durameter. Piameter, merupakan lapisan paling dalam yang banyak mengandung pembuluh darah. Arachnoid, merupakan lapisan tengah berupa selaput jaring yang lembut. Antara arachnoid dengan piameter terdapat rongga arachnoid yang berisi cairan. Durameter, merupakan lapisan paling luar, yang berupa membran tebal fibrosa yang melapisi dan melekat pada tulang.

Otak dibagi menjadi tiga bagian yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Pembagian daerah ini tampak nyata hanya selama perkembangan otak pada fase embrio. Otak pada manusia dewasa terdiri dari beberapa bagian (lobus). Bagian-bagian dari otak adalah: Otak Besar

Otak besar mengisi penuh bagian depan dari rongga tengkorak, dan terdiri dari dua belahan (hemifer) besar, yaitu belahan kiri dan belahan kanan,. Setiap belahan mengendalikan bagian tubuh yang berlawanan, yaitu belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur tubuh bagian kiri. otak besar terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf yaitu dendrit dan neurit. Otak besar terbagi menjadi empat lobus, yaitu lobus frontalis (bagian dahi), lobus parietalis (bagian ubun-ubun), lobus temporalis (bagian pelipis), lobus oksipitalis (bagian belakang kepala).

Otak besar merupakan saraf pusat yang utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh,yaitu kecerdasan, keinginan, ingatan, kesadaran, kepribadian, daya cipta, daya khayal, pendengaran, pernapasan dan sebagainya. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda, yaitu: Lobus frontalis (daerah dahi), berhubungan dengan kemampuan berpikir. Lobus temporalis (daerah pelipis), dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan memori tentang apa yang dilihat. Daerah ubun-ubun selain sebagai pusat berbicara juga pusat untuk merasakan dingin, panas, dan rasa sakit. Daerah pelipis selain sebagai pusat bicara juga sebagai pusat pendengaran.


2. Otak tengah (mesencephalon)

Otak tengah manusia berukuran cukup kecil,dan terletak didepan otak kecil. Otak tengah berperan dalam pusat pergerakan mata, misalnya mengangkat kelopak mata, refleks penyempitan pupil mata.

3. Otak belakang

Otak belakang terletak di bawah lobus oksipital serebrum, terdiri atas dua belahan dan permukaannya berlekuk-lekuk. Otak belakang terdiri atas tiga bagian utama yaitu: jembatan Varol (pons Varolli), otak kecil (serebelum), dan sumsum lanjutan (medula oblongata). Ketiga bagian otak belakang ini membentuk batang otak. Jembatan Varol berisi serabut yang menghubungkan lobus kiri dan lobus kanan otak kecil, menghubungkan antara otak kecil dengan korteks otak besar. Otak kecil, terletak di bawah bagian belakang otak belakang, terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam. Otak kecil berperan sebagai pusat keseimbangan, koordinasi kegiatan otak, koordinasi kerja otot dan rangka. Sumsum lanjutan, medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak, berfungsi sebagai pusat pengatur refleks fisiologis, misalnya pernapasan, detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, gerak alat pencernaan, gerak refleks seperti batuk, bersin, dan mata berkedip.

Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang,yaitu lanjutan dari medula oblongata memanjang sampai tulang punggung tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua (canalis centralis vertebrae).

Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls sensorik dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak ke efektor. Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dan cairan serebrospinal.

Pada potongan melintang bentuk sumsum tulang belakang tampak dua bagian yaitu bagian luar berwarna putih sedang bagian dalamnya berwarna abu-abu. Bagian luar berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson dan berbentuk seperti tiang, sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu berbentuk seperti sayap atau huruf H. Sayap (huruf H), yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak mengandung neuron motorik dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal, mengandung badan neuron sensorik.

Saraf Tepi

Sistem Saraf Tepi (Sistem saraf Perifer) Sistem saraf tepi adalah lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua yaitu : Sistem saraf sadar, Yaitu sistem saraf yang mengatur segala gerakan yang dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau otak. Berdasarkan asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu: sistem saraf kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf tak sadar. Berdasarkan sifat kerjanya saraf tak sadar dibedakan menjadi dua yaitu: saraf simpatik dan saraf parasimpatik.

Sistem Saraf Otonom

Sistem Saraf Tak Sadar (Saraf Otonom)

Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum tulang belakang. Sistem saraf otonom terdiri dari neuron-neuron motorik yang mengatur kegiatan organ-organ dalam, misalnya jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar keringat, otot polos sistem pencernaan, otot polos pembuluh darah. Berdasarkan sifat kerjanya, sistem saraf otonom dibedakan menjadi dua yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Saraf simpatik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang, sehingga memilki serabut pra-ganglion pendek dan serabut post ganglion yang panjang. Serabut pra-ganglion yaitu serabut saraf yang yang menuju ganglion dan serabut saraf yang keluar dari ganglion disebut serabut post-ganglion. Saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sebelum sampai pada organ serabut saraf akan mempunyai sinaps pada sebuah ganglion seperti pada bagan berikut. Saraf parasimpatik memiliki serabut pra-ganglion yang panjang dan serabut post-ganglion pendek. Saraf simpatik dan parasimpatik bekerja pada efektor yang sama tetapi pengaruh kerjanya berlawanan sehingga keduanya bersifat antagonis.

Contoh fungsi saraf simpatik dan saraf parasimpatik antara lain: Saraf simpatik mempercepat denyut jantung, memperlambat proses pencernaan, merangsang ereksi, memperkecil diameter pembuluh arteri, memperbesar pupil, memperkecil bronkus dan mengembangkan kantung kemih, sedangkan saraf parasimpatik dapat memperlambat denyut jantung, mempercepat proses pencernaan, menghambat ereksi, memperbesar diameter pembuluh arteri, memperkecil pupil, mempebesar bronkus dan mengerutkan kantung kemih.


INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

(dari berbagai sumber)

Pendahuluan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Pasal 1, Ayat (1) UU RI No 20 Tahun 2003). Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 3, UU RI No 20 Tahun 2003).


UU RI No 20 Tahun 2003 pada pasal satu dan tiga secara inplisit telah memuat pendidikan karakter sebagai upaya membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Tahun 2011 Kementerian Pendidikan Nasional akan mengembangkan kurikulum berbasis akhlak mulia yang bertujuan untuk menanamkan karakter yang baik kepada peserta didik melalui pendidikan (Anonim,2010). Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA. Menurut M Nuh, Kemajuan dan kemandirian sebuah bangsa antara lain dibangun melalui karakter yang kuat sehingga pengembangan Kurikulum berbasis akhlak mulia diharapkan dapat menanamkan karakter bagi anak-anak Indonesia sejak dini. Kebijakan kementerian pendidikan nasional mengenai pendidikan karakter harus didukung untuk membangun karakter bangsa. Karakter suatu bangsa dapat dibangun dari pembentukan karakter generasi muda sejak dini. Pembentukan karakter bangsa harus berlangsung secara berkesinambungan dari suatu generasi ke generasi berikutnya.

Pendidikan karakter pada tingkat satuan pendidikan dapat dilakukan dengan mengembangkan nilai-nilai melalui belajar pembiasaan, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan konseling dan pendekatan terintegrasi dengan menanamkan moralitas dan akhlak mulia dalam semua mata pelajaran yang diajarkan di kelas. Bagi tenaga pendidik, pendidikan karakter yang menjadi kebijakan pemerintah merupakan tugas utama pada pengembangan aspek sikap (afektif) selain aspek pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor). Pengetahuan dan keterampilan adalah kemampuan yang penting dimiliki oleh peserta didik, akan tetapi penanaman sikap untuk membentuk mental peserta didik tidak kalah pentingnya, agar sikap peserta didik ketika memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depannya lebih terarah.

Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat berperan dalam pendidikan karakter dengan menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak mulia pada proses pembelajarannya. Menurut Naisbitt & Aburdene (1990, dalam Rustaman, 2010) tentang abad XXI sebagai abad Ilmu Pengetahuan Alam. Abad ini jelas merupakan tantangan bagi para ilmuwan dan pendidik Ilmu Pengetahuan Alam. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam mempelajari makhluk hidup dan hubungannya dengan lingkungan, sehingga dapat dimuati dengan nilai-nilai luhur, baik nilai religius maupun nilai akhlak mulia. Sehingga tenaga pendidik yang mengajar Ilmu Pengetahuan Alam harus mulai berperan serta dalam pembentukkan karakter bangsa bukan hanya sekedar membebani peserta didik dengan pengetahuan dan hapalan.

Pendidikan karakter

Menurut Pusat Bahasa Depdiknas karakter adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. sedangkan berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak” (Ardi, 2010). Sedangkan menurut Musfiroh (2008, dalam Ardi, 2010), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Menurut Ardi (2010) individu yang berkarakter mulia berarti individu yang memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Sementara menurut Thomas Lickona (1999, dalam Budimansyah, 2011) harmoninya antara moral knowing, moral feeling, dan moral action dalam pengertian bahwa seseorang yang berkarakter itu mempunyai pikiran yang baik (thinking good), memiliki perasaan yang baik (feeling good), dan juga berperilaku baik (acting good).

Makna pendidikan karakter adalah sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk menilai baik-buruk, memelihara apa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari (Diknas, 2010). Karakter yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, harus dimiliki peserta didik agar mampu menghadapi tantangan hidup pada saat sekarang dan di masa yang akan datang.
Sembilan pondasi dalam pembentukan karakter menurut Pakpahan (2010) adalah sebagai berikut :
1. Menanamkan rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Ciptaannya
2. Tanggung jawab, disiplin dan mandiri
3. Kejujuran
4. Hormat dan santun
5. Kasih sayang, peduli, dan kerjasama
6.
Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah
7. Keadilan dan kepemimpinan
8. Baik dan rendah hati
9. Toleransi, cinta damai, dan persatuan.

Sembilan pondasi dalam pembentukan karakter bangsa dapat ditumbuhkembangkan melalui pendidikan pada semua jenjang dan perlu ditanamkan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.
Dunia pendidikan diharapkan dapat berperan dalam proses pembangunan karakter bangsa. Tenaga pendidik hendaknya mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran di kelas.

Menurut Diknas (2010) jenis-jenis nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik di kelas adalah sebagai berikut :
1.
Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Tuhan

  • Religius
  • Taqwa

2. Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan diri sendiri

  • Jujur
  • Bertanggung jawab
  • Hidup sehat
  • Disiplin
  • Kerja keras
  • Percaya diri
  • Berjiwa wira usaha
  • Berpikir logis, kritis, kreatif,inovatif
  • Mandiri
  • Ingin tahu
  • Cinta ilmu

3. Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan sesama

  • Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain
  • Patuh pada aturan-aturan sosial
  • Menghargai karya dan prestasi orang lain
  • Santun
  • Demokratis

4. Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan kebangsaan

  • Nasionalis
  • Menghargai Keberagaman

5. Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan lingkungan

  • Peduli Sosial dan Lingkungan

Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

Dalam proses pembelajaran di kelas pengembangan nilai/karakter dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan terintegrasi dalam semua mata pelajaran (embeded approach) (Diknas, 2010). Setiap kegiatan pembelajaran dikembangkan kemampuan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, sehingga tidak selalu diperlukan kegiatan belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa. Tenaga pendidik dapat menjadi teladan bagi peserta didik, untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti jujur, disiplin, kerja keras, toleransi, mandiri, semangat kebangsaan, dan gemar membaca. Sedangkan untuk mengembangkan beberapa nilai lain seperti peduli lingkungan, rasa ingin tahu, peduli sosial dan kreatif memerlukan situasi dan kondisi agar peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai tersebut.
Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang dapat dikembangkan antara lain:

a. Menanamkan rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Ciptaannya

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat dijadikan sebagai pendekatan untuk membangun moral, karakter, dan akhlak mulia. Menurut Suprayogo (2010, dalam Pakpahan, 2010) melalui pendidikan sains, peserta didik akan mengenal dirinya sendiri dan Tuhannya. Dengan memperhatikan, memikirkan, dan merenungkan tentang ciptaan Tuhan di alam semesta ini maka akan terbangun rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ciptaannya serta kasih sayang dan peduli terhadap sesama makhluk hidup dan lingkungannya. Pembentukan karakter ini dapat diintegrasikan pada materi Ilmu Pengetahuan Alam,antara lain keanekaragaman makhluk hidup, proses kejadian manusia, dan ekosistem. Proses pembelajaran yang dilakukan tidak hanya di dalam kelas tetapi dapat juga dilakukan di luar kelas (lingkungan alam). Dengan melibatkan alam, maka pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam akan menjadi lebih menyenangkan dan menggairahkan. Adanya Interaksi peserta didik dengan lingkungan atau alam akan menghasil perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

b. Ingin tahu, cinta ilmu dan hidup sehat

Nilai karakter ingin tahu, cinta ilmu dan hidup sehat dapat dikembangkan pada peserta didik melalui materi sistem pada tubuh manusia yang meliputi morfologi, anatomi, fisiologi dan kelainan/penyakit yang berhubungan dengan sistem-sistem dalam tubuh manusia. Selain itu dapat pula ditanamkan nilai karakter tersebut melalui materi virus dan bakteri serta zat psikotropika dan pengaruhnya bagi kesehatan.

c. Peduli sosial dan lingkungan

Pada materi pencemaran lingkungan, saling ketergantungan dan contoh-contoh bencana alam, dapat dikembangkan nilai menyadari peran manusia dalam lingkungannya, menanamkan sikap cinta lingkungan dengan cara bersikap bijak terhadap sampah yang dihasilkan manusia dan bagaimana cara penanggulangannya. Selain itu pada kasus-kasus bencana alam, ditanamkan sikap peduli sosial kepada peserta didik melalui berdoa bersama untuk para korban bencana, penggalangan dana dan mengumpulkan pakaian layak pakai.

d. Berpikir logis, kritis, kreatif,inovatif

Karakter ini dapat dikembangkan melalui pembuatan majalah dinding (Mading) yang bertema keselamatan kerja di laboratorium atau pelestarian lingkungan. Mading ini dapat memuat puisi, cerpen, puzzle, karikatur dan lain sebagainya. Selain itu sikap kreatif dan inovatif dapat pula ditanamkan melalui penugasan pembuatan insektarium, herbarium ataupun taksidermi.

e. Pengembangan sikap ilmiah

Menurut Rustaman (2010) pembentukan karakter melalui pengembangan sikap ilmiah (scientific attitude) antara lain meliputi: curiosity (sikap ingin tahu), respect for evidence (sikap untuk senantiasa mendahulukan bukti), flexibility (sikap luwes terhadap gagasan baru), critical reflection (sikap merenung secara kritis), sensitivity to living things and environment (sikap peka/ peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan). Pengembangan sikap ilmiah ini dapat dilakukan dengan penugasan proyek mengamati gejala alam.

f. Disiplin, bertanggung jawab, jujur

Dalam proses penanaman sikap disiplin, bertanggung jawab dan jujur dapat dilkukan oleh tenaga pendidik sebagai contoh teladan bagi peserta didiknya. Misalnya masuk dan keluar kelas tepat waktu, mengoreksi tugas-tugas dan hasil ulangan peserta didik tepat waktu, dan berkata jujur. Sedangkan kepada peserta didik dilatih agar setiap tugas tidak mencontek dan mengumpulkan tugas tepat waktu,

g. Santun, menghargai orang lain dan menghargai keberagaman

Peserta didik dapat mengembangkan sikap ini melalui diskusi-diskusi kelas, peserta didik dibiasakan agar santun dalam mengeluarkan pendapat dan menghargai pendapat orang lain. Selain itu dalam kegiatan praktikum, dikembangkan juga sikap toleransi terhadap orang lain dan menghargai keberagaman dalam kelompok.

Simpulan dan Saran


Di akhir tulisan ini dapat disimpulkan bahwa pembangunan karakter bangsa sangat penting, tidak hanya harus dilakukan pada lingkungan keluarga saja, tetapi juga harus dikembangkan pada tingkat satuan pendidikan, lingkungan masyarakat bahkan di tempat kerja. Pembangunan karakter bangsa dapat dilakukan melalui proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter yang baik dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Tenaga pendidik harus memberikan contoh teladan yang baik bagi peserta didiknya serta sebaiknya ada kerjasama antara pihak satuan pendidikan dengan orang tua dalam menanamkan karakter yang baik pada diri peserta didik.

Daftar Pustaka


Anonim.2010. Kemendiknas akan Kembangkan Kurikulum Berbasis Akhlak Mulia. http://www.pendidikankarakter.org/index.php?news&nid=20.

Ardi, S. 2010. Konsep Pendidikan Karakter. http://suciptoardi.wordpress.com/ 2010/10/27/konsep-pendidikan-karakter/.

Budimansyah, D. 2011. Pendidikan Umum dalam Perspektif Pendidikan Karakter Bangsa. http://berita.upi.edu/2011/02/18/pendidikan-umum-dalam-perspek tif-pendidikan-karakter-bangsa.

Diknas. 2010. Konsep Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Di Kelas. http:// mgpmgl.blogdetik.com/2010/12/02/konsep-pendidikan-karakter/comment-page-1/.

Pakpahan, S.P. 2010. Upaya Mencari Bentuk Pendidikan dalam Membangun Karakter Bangsa. Disampaikan pada Temu Ilmiah Guru Nasional II 24-25 November 2010.

Rustaman, N.Y.2010. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Trend Penelitiannya.FMIPA UPI.

INTEGRASIAN PEMBELAJARAN BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

1. Pengertian

Pembelajaran berwawasan lingkungan adalah program pembelajaran yang memasukan dasar-dasar pendidikan lingkungan hidup secara terintegrasi, agar peserta memiliki pengertian, kesadaran, sikap dan perilaku rasional serta tanggung jawab sosial, politik, ekonomi, dan kesejahteraan bagi keluarga, masyarakat, negara, dan ummat manusia pada umumnya.

2. Tujuan

Pengintegrasian Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) pada program pembelajaran di SMP N 1 Pagaralam bertujuan untuk:

a. meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan para peserta agar berperilaku rasional dan bertanggung-jawab terhadap lingkungan hidup;

b. membekali tamatan SMP N 1 Pagaralam dengan sikap profesional sesuai tuntutan pembangunan berwawasan lingkungan.

3. Pelaksanaan

a. Pengintegrasian PLH pada SMP N 1 Pagaralam melibatkan peran semua unsur yang ada di sekolah, yaitu:

    • Kepala sekolah;
    • guru;
    • pengawas;
    • tenaga administratif
    • personel pendukung di sekolah (pengelola kantin, dan sebagainya);
    • majelis sekolah dan Komite Sekolah.

b. Peran aktif semua unsur sekolah lebih diarahkan pada pembentukan sikap dan kepedulian warga sekolah (school community) terhadap lingkungan hidup, dan terintegrasi pada masing-masing aktivitasnya. Dengan demikian, akan tercipta proses perbaikan lingkungan sekolah secara terus menerus.

c. Pembelajaran PLH pada SMP N 1 Pagaralam dimasukkan ke dalam kegiatan dan pengelolaan sekolah, meliputi:

1) kegiatan kurikuler;

2) kegiatan ekstrakurikuler;

3) kehidupan sekolah yang berbudaya lingkungan.

d. Pengintegrasian Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dalam kegiatan kurikuler, berarti PLH bukan merupakan suatu mata pelajaran baru, tetapi materi PLH diintegrasikan ke dalam materi program pembelajaran yang sesuai.

e. Cara mengintegrasikan PLH ke dalam kegiatan kurikuler, dimulai dari analisis kompetensi-kompetensi yang ada di setiap bidang/program keahlian hingga menghasilkan materi pembelajaran yang berkaitan dengan materi lingkungan hidup.

f. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan wadah yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan materi PLH kepada peserta melalui kegiatan-kegiatan yang lebih kongkrit. Kegiatan ekstrakurikuler lebih memungkinkan untuk:

1) pembentukan sikap dan kepribadian yang berwawasan lingkungan;

2) kegiatan aksi PLH di sekolah;

3) penataan lingkungan sekolah;

4) pengelolaan sampah dan lain-lain;

5) pembahasan masalah-masalah aktual tentang lingkungan hidup.

g. Kehidupan sekolah yang berbudaya lingkungan dapat dikembangkan dalam semua aspek, antara lain melalui:

1) tata-tertib yang mengatur perilaku warga sekolah;

2) sarana dan prasarana lingkungan yang mendukung (penyediaan bak pemisah oli, bak sampah, alat penghancur kertas, dan sebagainya);

3) suasana dan iklim yang berwawasan lingkungan.

Pembelajaran Berwawasan Lingkungan

Kata dasar bersih memiliki makna tidak bernoda,tidak kotor melainkan suci.Kata inilah yang sering dikaitkan dengan sesuatu yang baik. istilah lingkungan yang bersih dan sehat (clean & green).Istilah ini mengacu pada kondisi dimana manusia bisa hidup dengan nyaman di lingkungan yang hijau karena penuh tetumbuhan, bisa menghirup nafas tanpa kuatir udara tercemari, minum tanpa takut air terkontaminasi. Bahkan untuk menggambarkan hati manusia yang tidak bersarang didalamnya kebenciaan, iri dengki, amarah dan sejenisnya digunakanlah kata bersih hati.

Dalam konteks prilaku hidup-bersih- di sini berarti terhindarnya kehidupan manusia dari hal-hal kotor yang merusak kesehatan dan kenyamanan hidupnya. Baik lingkungan dimana mereka tinggal maupun pikiran itu sendiri. Prilaku hidup bersih dan sehat berarti mereka melakukan kehidupannya dengan penuh cinta terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan. Tidak membuang sampah sembarangan, mengelolah alam sesuai fungsinya, melestarikan keanekaragaman hayati , makan-makanan yang bersih dan terhindar dari aneka racun kimiawi adalah sebagian kecil dari prilaku dan hidup sehat tersebut.

Sekolah yang merupakan gerbang utama ilmu pengetahuan dan tempat transfer informasi, mendapat tugas berat untuk menyadarkan setiap warga sekolah, baik guru, Karyawan , orang tua siswa dan siswa sendiri untuk sadar dan berusaha menjaga dan memelihara lingkungan hidup sekitarnya agar terpelihara dengan baik

Karena begitu pentingnya sikap hidup yang bersih ini, maka kesadaran itu sepatutnya dibangun sejak dini.Sebagai sebuah mini society – tempat berkumpulnya manusia dari berbagai latar belakangan lingkungan alam,budaya, suku, agama dan kepentingan – sudah selayaknya jika kesadaran itu disemaikan di sekolah. Proses penyemaian kesadaran berlingkungan yang bersih dan sehat tidak hanya menjadi tanggungjawab guru, melainkan semua komponen sekolah (stock and stake holder). Karena keberhasilan pembentukan budaya peduli lingkungan dan bersih ini tidak hanya ditentukan oleh lingkungan sekolah namun juga lingkungan dimana murid tinggal.Lingkungan adalah lahan praktik nyata bagi implementasi prilaku hidup bersih dan sehat yang didapat di sekolah.

Lebih lanjut,penyadaran ini dapat dilakukan dengan jalan membangun kesadaran akan arti penting kelestarian alam bagi kehidupan kita di masa mendatang. Hal kecil yang bisa kita lakukan misalnya membuang sampah pada tempatnya. Ini adalah pekerjaan yang sangat mudah, namun sayang sekali jikalau kesadaran terburuk di sekolah adalah : membuang sampah sembarangan . Karenanya budaya membuang sampah pada tempatnya adalah pekerjaan kecil yang kita tanamkan pada murid sejak dini. Meski tergolong sederhana namun prilaku ini memiliki dampak lingkungan yang sangat besar di masa mendatang.

Contoh implementasi yang sederhana lagi misalnya anak dibimbing untuk mencintai lingkungan dengan jalan merawat sebuah pohon hingga pohon itu tumbuh subur dan bermanfaat bagi lingkungan.Menanam pohon-pohon produktif, atau buah-buahan di sekolah adalah contohnya. Dalam kegiatan ini anak secara tidak langsung akan melakukan aktifitas menyelamatkan lingkungan. Bagimana mereka merawat tanaman hingga bisa tumbuh subur, mengobati jika kena penyakit, bahkan melindunginya dari tangan jahil yang ingin merusak. Kegiatan inilah yang akhirnya akan membentuk jiwa peduli lingkungannnya.

Program satu murid satu pohon di sekolah bermanfaat selain memberikan oksigen yang dapat menimbulkan kesegaran juga dapat menambah keindahan,keasrian, kesejukan dan kenyamanan dalam melakukan aktifitas belajar mengajar baik didalam kelas maupun di luar kelas. Atau sekolah bisa bekerja sama dengan LSM yang berkecimpung dengan lingkungan (WALHI,Green Peace,WWF) atau stake holder yang peduli terhadap lingkungan untuk datang ke sekolah memberikan pelatihan . Hal ini juga akan menjadi alternatif bagi sekolah yang tidak memiliki dana atau kemampuan yang cukup untuk memberikan hal-hal seperti di atas. Sehingga, dengan cara ini tidak menjadi sesuatu yang memberatkan bagi sekolah. Anak-anakpun masih dapat ilmu tentang kepedulian lingkungan dan dampaknya terhadap kelangsungan ekosistem yang ada didalamnya dimasa mendatang.

Mengingat kesadaran lingkungan memiliki tujuan pokok untuk melahirkan prilaku yang peduli lingkungan,maka pembelajarannya haruslah dapat menggugah kepedulian lingkungan melalui tindakan nyata sebagaimana diberikan contoh diatas.Jika kesadaran berprilaku sehat dan bersih ini sudah tertanam dengan baik, maka sekolah Adiwiyata bukan lagi isapan jempol semata. Sekolah adiwiyata tidak hanya diindikasikan oleh lingkungan sekolah yang penuh tanaman hijau, bak sampah bertaburan dimana-mana.Lebih dari itu, yaitu prilaku hidup sehat dan bersih seluruh komponen sekolah dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman, berkesinambungan dan bebas dari kerusakan lingkungan. Inilah sesungguhnya filosofi yang seharusnya mendasari sekolah adiwiyata itu.

Kesadaran ini tidak bisa dicetak instan begitu saja.Yang sering terjadi anak “bersandiwara” seolah-olah menjadi peduli lingkungan, hidup bersih dan sehat karena sekolahnya akan ikut lomba UKS .Setelah lomba UKS selesai, selesailah hidup bersih ,sehat dan mencintai lingkungannya tadi. Sekolah kembali menjadi semrawut, kotor dan tidak terurus.

Cara atau metode ini sudah basi, seharusnya dihilangkan dari benak pendidik.Karena yang kita butuhkan adalah implementasinya dilapangan bukan dihadapan juri lomba UKS. Anak dibiasakan hidup sehat,buang sampah pada tempatnya, mengkonsumsi makanan bersih dan halal, mencintai lingkungan,menanam dan merawat tanaman, melakukan penghijauan dan mendukung program penanggulangan pemanasan global (Global Warming).

Karena sifatnya yang universal, maka proses penumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan hidup ini tidak perlu dijadikan kurikulum tersendiri. Kesadaran ini bisa diselipkan di pelajaran-pelajaran yang diajarkan disekolah. Sebagai contoh,saat anak belajar Agama, maka kesadaran ini bisa ditumbuhkan dari pola hubungan saling menghormati sesama makluk ciptaan Tuhan.Ketidakpedulian terhadap lingkungan adalah awal dari sebuah kehancuran. Pembahasan ini dapat mengacu berlandaskan ayat dan hadist seperti QS 16:14,66, QS 21:107″tidaklah aku utus engkau kecuali kecuali sebagai rahmatan lil’alamin dan QS 30 :41 “Telah nyata kerusakan di daratan dan di lautan akibat tangan manusia”….barang siapa diantara orang Islam yang menanam tanaman maka hasilnya yang dimakan akan menjadi sedekahnya, dan hasil tanaman yang dicuri akan menjadi sedekah. Dan tidaklah seseorang pun mendermakan tanamannya, maka akan menjadi sedekahnya sampai hari kiamat (HR Muslim). Contoh lain Pada mata pelajaran Biologi. Kesadaran akan arti penting lingkungan dan hidup sehat dan bersih bisa diselipkan di kelestarian hayati, akibat deforestasi, dan lain sebagainya.

Lebih jauh anak juga di beri penjelasan akibat langsung yang akan mereka terima jika tidak peduli terhadap lingkungan ,tidak berprilaku hidup bersih dan sehat. Visualisasikan banjir bandang,tanah longsor yang merenggut ratusan nyawa, dan bencana alam lain yang disebabkan oleh kelalaian manusia terhadap kelestarian lingkungannnya.

Disamping itu,juga terdapat dampak besar lainnya yang kita kenal dengan Global Warming (pemanasan global). Bangun kesadaran anak melalui dampak yang ditimbulkannya, visualisasikan bagaimana dampak yang akan muncul jika gunung es di kutub utara meleleh,naiknya permukaan air laut, naiknya suhu, badai,sinar ultraviolet dan sederet dampak pemanasan global lainnya. Insyaallah, contoh dan dampak lingkungan yang lebih hidup (visualisasi melalui gambar,film) akan menyentuh kesadarannya.Semoga.

Minggu, 31 Juli 2011

HAKIKAT BIOLOGI SEBAGAI ILMU


Di antara makhluk hidup, manusia memiliki derajat lebih tinggi. Ia memiliki sifat “ingin tahu“ yang berasal dari akal budinya. Kemampuan itu tidak dimiliki makhluk hidup lain (seperti hewan dan tumbuhan). Sifat keingintahuan manusia adalah ingin tahu lebih banyak akan segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya. Sifat ini mendorong manusia untuk melakukan penelitian. Dengan penelitian tersebut, manusia dapat menjawab ketidaktahuan serta mampu memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
Seiring dengan perkembangan zaman, sifat keingintahuan manusia semakin berkembang. Hal itu dilakukan dengan cara mempelajari, mengadakan pengamatan dan penyelidikan untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya tentang makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan serta alam sekitarnya. Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup disebut biologi atau ilmu hayat. Secara total ilmu biologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan Makhluk Hidup.
Mengapa kita perlu mempelajari ilmu biologi? Apa saja manfaat atau kegunaan kita mempelajari ilmu tersebut? Pelajarilah materi berikut ini dengan baik!

ILMU BIOLOGI
Semua makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan manusia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di antara ciptaan-Nya, manusia merupakan makhluk hidup yang paling sempurna karena diberi akal budi. Dengan akal budi, manusia senantiasa memiliki sifat ingin tahu sehingga terciptalah berbagai macam ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan, manusia mampu mengubah kehidupan dari zaman prasejarah primitif yang dikenal dengan zaman batu sampai sekarang ini menjadi zaman modern.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Contohnya, jika terjadi suatu peristiwa di suatu wilayah, misalnya peristiwa perang antara Irak – Amerika Serikat; terjadinya bencana gelombang pasang tsunami di Daerah Istimewa Aceh, maka hanya dalam hitungan menit, bahkan detik peristiwa tersebut dapat segera diketahui pihak di wilayah lain, walaupun dari jarak yang cukup jauh. Begitu juga dengan ilmu biologi yang telah mencapai perkembangan luar biasa karena telah mencapai pengetahuan substansi kehidupan sampai pada tingkat molekuler. Contoh manfaat ilmu biologi pada tingkat molekuler, yaitu peristiwa terjadinya bom Bali. Pada peristiwa itu pelaku peledakan ikut hancur bersama bomnya, maka satu-satunya cara untuk mengetahui identitas pelaku peledakan yaitu hanya dengan menggunakan tes DNA yang terdapat pada tingkat molekuler.

Pengertian Ilmu
Jika manusia merasa lapar, upaya apakah yang akan dilakukan? Dorongan rasa lapar menyebabkan manusia berupaya mencari makanan, yaitu dengan mencoba-coba memakan tumbuhan atau hewan yang ada di sekitarnya. Usaha tersebut terkadang salah dan terkadang benar. Namun, akhirnya dari pengalaman tersebut manusia sudah mampu membedakan antara tumbuhan dan hewan yang bisa dimakan maupun yang tidak bisa dimakan.
Sumber bahan makanan manusia antara lain berasal dari hewan, misalnya daging sapi, ayam, dan lain-lain. Semula manusia memakannya dengan olahan yang sederhana. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan pemikiran, manusia mulai mencari cara menjadikan makanannya lebih berkualitas, misalnya daging untuk bahan makanan diolah agar menjadi lebih baik kualitasnya, seperti agar lebih lunak, higienis, serta bebas dari kuman penyakit. Bagaimana syarat-syarat itu bisa terpenuhi? Akhirnya manusia menemukan gagasan, yaitu dengan cara menggoreng, merebus, membakar, atau dengan proses yang lain. Peristiwa tersebut merupakan contoh dari awal mula ditemukan ilmu, yaitu dengan cara berpikir sederhana dan dilakukan dengan cara mencoba-coba, sampai selanjutnya mendapatkan pengalaman yang menjadi dasar sebuah pengetahuan.
Seiring dengan perkembangan zaman, pola pikir manusia semakin berkembang pula. Manusia mulai memikirkan tentang alam sekitar berdasarkan rasa keingintahuannya, dengan mengadakan pengamatan dan penyelidikan sehingga ilmu pengetahuan semakin berkembang dengan pesat. Hal ini saling terkait dengan kehidupan masyarakat yang sejalan dengan perkembangan teknologi. Contohnya, penemuan varietas bibit unggul, kawin suntik pada sapi, kelapa hibrida, padi hasil mutasi buatan dari Batan, yaitu padi jenis Atomita yang berguna untuk meningkatkan produksi pangan bagi manusia. Akan tetapi, di sisi lain dengan adanya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dapat menimbulkan dampak negatif, seperti timbulnya pencemaran lingkungan.
Anda tentu sudah mengetahui bahwa ilmu pengetahuan merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang dibentuk melalui serangkaian kegiatan ilmiah. Bagaimana sifat atau ciri suatu ilmu pengetahuan? Suatu pengetahuan dapat disebut sebagai ilmu apabila memenuhi syarat atau ciri-ciri sebagai berikut.

Memiliki Objek Kajian
Suatu ilmu harus memiliki objek kajian, contoh ilmu matematika memiliki objek kajian berupa angka-angka, ilmu kimia memiliki objek kajian berupa zat-zat beserta sifatnya. Bagaimana dengan objek kajian biologi?

Memiliki Metode
Pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilakukan secara asal-asalan, tetapi menggunakan cara atau metode tertentu. Metode yang digunakan itu bersifat baku dan dapat dilakukan oleh siapapun. Metode apakah yang digunakan untuk menemukan kebenaran secara ilmiah? Coba ingatlah kembali pelajaran tentang metode ilmiah yang Anda pelajari di SMP/MTs!

Bersifat Sistematis
Dalam biologi, jika kita akan mempelajari tentang sel, maka materi yang akan kita pelajari perlu mendapat dukungan materi lain, misalnya tentang jaringan, organ, sistem organ, dan individu. Demikian pula sebaliknya, sehingga pengetahuan-pengetahuan itu tidak bertolak belakang. Ilmu pengetahuan bersifat sistematis adalah bahwa sebuah pengetahuan harus memiliki hubungan ketergantungan dan teratur, tidak boleh ada unsur-unsur yang saling bertolak belakang.

Bersifat universal
Apakah yang dimaksud dengan universal? Coba Anda ingat kembali tentang materi reproduksi yang terjadi pada makhluk hidup! Reproduksi seksual selalu dimulai dengan adanya pertemuan antara sperma dan sel telur. Anda pikirkan, apakah hal itu berlaku untuk semua jenis makhluk hidup? Jika benar, berarti ilmu itu berlaku secara umum atau bersifat universal. Jadi, kebenaran yang disampaikan oleh ilmu harus berlaku secara umum.

Bersifat Obyektif
Bagaimana jika ilmu bersifat tidak objektif? Dapatkah ilmu itu dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia? Sebuah ilmu harus menggambarkan keadaan secara apa adanya, yaitu mengandung data dan pernyataan yang sebenarnya (bersifat jujur), bebas dari prasangka, kepentingan, atau kesukaan pribadi.

Saat ini, ilmu biologi sudah mengalami perkembangan yang luar biasa. Telah disebutkan di awal materi bahwa pada saat terjadi peristiwa bom Bali, untuk mengungkap identitas pelaku peledakan bom tidak bisa dilakukan dengan menggunakan sidik jari karena tubuh pelaku peledakan bom juga ikut hancur. Untuk mengetahui identitas pelaku hanya dapat digunakan satu cara, yaitu dengan menggunakan tes DNA yang berasal dari serpihan tubuh pelaku peledakan yang kemudian dicocokkan dengan DNA orang tuanya.

Bersifat Analitis
Ingatlah kembali pelajaran IPA saat Anda belajar di SMP/MTs! Jika ingin mempelajari struktur dan fungsi tumbuhan, maka Anda akan mempelajari bagian-bagian yang lebih rinci, yaitu akar, batang, daun, dan sebagainya. Itulah sebabnya kajian suatu ilmu dapat terbagi-bagi menjadi bagian yang lebih rinci guna memahami berbagai hubungan, sifat, serta peranan dari bagian-bagian tersebut.

Bersifat verifikatif
Suatu ilmu mengarah pada tercapainya suatu kebenaran. Misalnya, teori tentang Generatio Spontanea, menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang sudah diyakini kebenarannya, tetapi akhirnya teori itu digugurkan dengan teori Biogenesis, menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Akhirnya teori ini diyakini kebenarannya sampai sekarang.

Coba Anda pikirkan, apakah suatu konsep yang diperoleh hanya dengan mengira-ngira atau menerka saja dan hasilnya berupa pendapat atau perkiraan dapat juga disebut sebagai ilmu?

Objek Kajian Biologi
Sekarang Anda sudah memahami tentang ilmu pengetahuan beserta sifat-sifatnya. Biologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan. Ilmu biologi sering pula disebut ilmu hayat, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup. Ketika mempelajari biologi di SMP/MTs, tentu saja Anda sudah pernah melakukan pengamatan dan melaksanakan eksperimen. Semakin banyak objek yang Anda amati, semakin banyak pula yang dapat Anda eksperimenkan.

Objek kajian biologi meliputi manusia, hewan, tumbuhan, serta mikroorganisme yang dapat dilihat dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan bantuan alat, misalnya mikroskop. Jika Anda mengamati dengan mata telanjang, kesan apa yang Anda peroleh dari suatu objek? Anda hanya dapat mengamati tentang warna, bentuk, wujud, serta ukuran objek. Apakah pengamatan tersebut sudah cukup untuk dalam suatu kegiatan ilmu pengetahuan? Tentu saja masih banyak yang harus kita ketahui tentang berbagai hal dari suatu objek, seperti berat benda, rasa, bau, suhu, kasar halus, bunyi atau suara dan sifat lainnya, sehingga alat indra manusia memiliki keterbatasan untuk mengamatinya.
Jika Anda mengamati jasad renik atau melihat benda yang jaraknya sangat jauh, apakah Anda mampu mengamati dengan mata telanjang? Tentu saja tidak, Anda memerlukan alat bantu, seperti mikroskop atau teleskop
Seiring dengan berkembangnya bermacam-macam ilmu pengetahuan, biologi sebagai ilmu pengetahuan alam juga berkembang, sehingga objek kajian ilmu biologi semakin banyak. Para ilmuwan tidak sanggup lagi mempelajari secara mendalam seluruh kajian biologi sebagai satu objek studi yang akan dipelajari. Berdasarkan hal itu, maka ilmu biologi memiliki cabang ilmu spesifik dan objek kajian yang semakin khusus untuk memudahkan cara pembelajarannya, mengingat pada umumnya seseorang hanya mampu mendalami salah satu cabang ilmu. Ibarat pohon, ilmu biologi memiliki cabang-cabang seperti berikut.



1. Anatomi : Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh dalam makhluk hidup
2. Agronomi : Ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
3. Andrologi : Ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria
4. Algologi : Ilmu yang mempelajari tentang alga/ganggang
5. Botani : Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
6. Bakteriologi : Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
7. Biologi molekuler : Ilmu yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat molekul
8. Bioteknologi : Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan penerapan proses biologi secara terpadu yang meliputi proses biokimia, mikrobiologi, rekayasa kimia untuk bahan pangan dan peningkatan kesejahteraan manusia
9. Ekologi : Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan
10. Embriologi : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
11. Entomologi : Ilmu yang mempelajari tentang serangga
12. Evolusi : Ilmu yang mempelajari tentang perubahan struktur tubuh makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
13. Epidemiologi : Ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
14. Eugenetika : Ilmu yang mempelajari tentang hukum pewarisan sifat
15. Endokrinologi : Ilmu yang mempelajari tentang hormon
16. Enzimologi : Ilmu yang mempelajari tentang enzim
17. Fisiologi : Ilmu yang mempelajari tentang faal (fungsi kerja) organ tubuh
18. Fisioterapi : Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
19. Farmakologi : Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan
20. Genetika : Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
21. Histologi : Ilmu yang mempelajari tentang jaringan
22. Higiene : Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan makhluk hidup
23. Imunologi : Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
24. Ichtiologi : Ilmu yang mempelajari tentang ikan
25. Karsinologi : Ilmu yang mempelajari tentang crustacea
26. Klimatologi : Ilmu yang mempelajari tentang iklim
27. Limnologi : Ilmu yang mempelajari tentang perairan mengalir
28. Mikrobiologi : Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme
29. Malakologi : Ilmu yang mempelajari tentang moluska
30. Morfologi : Ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme
31. Mikologi : Ilmu yang mempelajari tentang jamur
32. Organologi : Ilmu yang mempelajari tentang organ
33. Onthogeni : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
34. Ornitologi : Ilmu yang mempelajari tentang burung
35. Phylogeni : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup
36. Patologi : Ilmu yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruhnya bagi manusia
37. Palaentologi : Ilmu yang mempelajari tentang fosil
38. Parasitologi : Ilmu yang mempelajari tentang makhluk parasit
39. Protozoologi : Ilmu yang mempelajari tentang Protozoa
40. Sanitasi : Ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
41. Sitologi : Ilmu yang mempelajari tentang sel
42. Taksonomi : Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup
43. Teratologi : Ilmu yang mempelajari tentang cacat janin dalam kandungan
44. Virologi : Ilmu yang mempelajari tentang virus
45. Zoologi : Ilmu yang mempelajari tentang hewan.

Metode Dalam Ilmu Biologi
Pernahkah Anda berpikir, mengapa para ilmuwan bisa menemukan teori atau hukum dalam ilmu pengetahuan? Sebenarnya, mereka bukan orang-orang yang super, tetapi mereka memiliki kelebihan dalam hal ketekunan, kerajinan, serta tidak mudah merasa putus asa. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan saja, tetapi harus didukung dengan kerja keras dan ketekunan sehingga dapat diperoleh suatu keberhasilan.
Para ilmuwan tersebut bekerja secara sistematis, tekun, teliti, dan disiplin. Metode apakah yang digunakan para ilmuwan tersebut? Coba ingat kembali langkah-langkah metode ilmiah yang telah Anda pelajari di SMP/MTs! Langkah-langkah metode ilmiah yang digunakan ilmuwan sehingga berhasil menemukan suatu ilmu adalah sebagai berikut.
a. Menemukan dan merumuskan masalah.
b. Merumuskan hipotesis (menyusun dugaan sementara).
c. Merancang eksperimen untuk merancang hipotesis.
d. Melakukan percobaan.
e. Mengadakan observasi atau pengumpulan data.
f. Menarik kesimpulan.
g. Menguji kesimpulan dengan eksperimen lain.
h. Merumuskan hukum, konsep, atau prinsip.
Bagaimana cara mempelajari ilmu biologi? Apakah Anda harus belajar harus dengan pendekatan fakta, yaitu dengan cara menghafalkan nama, definisi, dan gambar? Apakah dengan cara hafalan, data-data tersebut mudah untuk diingat? Daya ingat setiap orang terbatas, sehingga hafalan tersebut mudah untuk dilupakan. Bagaimana jika belajar dengan pendekatan konsep? Pendekatan secara konsep merupakan pendekatan dua fakta atau lebih yang membentuk satu pengertian. Cara belajar seperti ini masih kurang baik, karena masih banyak fakta dan Anda masih lebih banyak bertindak pasif dan belum berupaya sendiri.
Kegiatan untuk mempelajari biologi sebaiknya dengan melakukan pendekatan proses karena Anda akan mendapatkan fakta atau konsep sendiri. Belajar seperti ini akan dapat bertahan dalam waktu yang lama dan dapat membentuk sikap serta keterampilan ilmiah, seperti yang dilakukan ilmuwan terdahulu. Contohnya, Mendel dalam menemukan ilmu pengetahuan. Apabila Anda belajar dengan melakukan keterampilan proses, yaitu meliputi kegiatan observasi, menggolongkan, menafsirkan, memperkirakan, mengajukan pertanyaan, dan mengidentifikasi variabel, maka Anda akan ‘menemukan’ ilmu itu sendiri. Berikut ini langkah-langkah belajar dengan pendekatan proses.


Mengobservasi
Observasi merupakan hasil dari pengamatan melalui indra, maka Anda akan belajar dengan mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian. Hasil apa saja yang kita peroleh dari suatu pengamatan? Coba Anda sebutkan fungsi alat indra kita. Dengan mata, kita bisa melihat bentuk, warna, serta gerak suatu objek. Dengan alat pendengaran, kita bisa mendengar bunyi atau suara. Dengan lidah, kita bisa merasakan berbagai rasa, dengan perabaan bisa mengetahui permukaan objek, adapun dengan penciuman kita bisa merasakan macam-macam bau.
Dalam mempelajari biologi, kegiatan observasi ini bisa dibantu dengan alat bantu, antara lain mikroskop, kertas lakmus, lup, termometer, penggaris, dan sebagainya. Hasil observasi dapat berupa gambar, bagan, tabel, atau grafik.


Menggolongkan
Untuk memudahkan cara mempelajari suatu objek, maka kita lakukan penggolongan suatu objek itu. Jika kita melakukan kegiatan untuk menggolongkan makhluk hidup, maka hasilnya dapat berupa bagan. Contoh: Jika Anda diminta membuat penggolongan tanaman kembang merak, kembang sepatu, rumput, palem maka contoh hasilnya bagan sebagai berikut.


Menafsirkan
Menafsirkan artinya memberikan arti terhadap suatu kejadian berdasarkan kejadian lainnya. Ketika menafsirkan suatu data, hendaknya kita menggunakan acuan atau patokan.
Contoh: Suatu hari Anda menanam 10 tanaman cabai di halaman rumah. Tanaman cabai itu tumbuh dengan subur. Karena beberapa hari kurang perawatan, akhirnya 5 tanaman cabai mati. Contoh penafsirannya, ada penurunan jumlah populasi tanaman cabai sebesar 5 10
Biji berkeping satu Biji berkeping dua × 100% = 50%. Penurunan populasi ini mungkin disebabkan oleh pengaruh cuaca, kekurangan air, suhu, atau kelembapan udara.


Memperkirakan
Kegiatan memperkirakan bukan berarti meramalkan, tetapi membuat perkiraan berdasarkan pada kejadian sebelumnya atau hukum-hukum yang berlaku. Contoh: Anda mengamati pertumbuhan tanaman cabai. Pada hari ke-5 tingginya 4 cm, pada hari ke-10 tingginya 6 cm, hari ke-15 tingginya 8 cm, dan pada hari ke-20 tingginya 10 cm. Jika dibuat menjadi sebuah grafik,


Mengajukan Pertanyaan
Seringkah Anda memiliki naluri ‘ingin tahu’ untuk mengetahui suatu permasalahan? Untuk menemukan suatu permasalahan, Anda harus dapat mengembangkan pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa, bagaimana, di mana, kapan, mengapa, dan siapa terhadap suatu objek. Contohnya, suatu saat Anda mengamati tanaman cabai di sekitar rumah. Tanaman cabai tersebut sepertinya terlihat akan mati karena banyak daun yang mulai layu dan menguning, serta banyak bunga yang berguguran. Selanjutnya, tentu akan timbul pertanyaan untuk mengetahui permasalahan tersebut. Bagaimana ciri tanaman cabai yang subur dan tanaman cabai yang tidak subur? Adakah ciri-ciri ketidaksuburan pada tanaman cabai yang Anda amati? Pada bagian mana tanaman itu terganggu? Mengapa tanaman cabai menjadi tidak subur?
Semua pertanyaan itu perlu dicari jawabannya. Di antara pertanyaan itu, ada yang bisa dijawab dan ada yang belum bisa dijawab. Pertanyaan yang belum terjawab merupakan permasalahan yang harus dicari jawabannya, misalnya dengan cara membaca laporan-laporan dari penemuan sebelumnya atau bisa juga dengan cara lain.


Mengidentifikasi Variabel
Tentu Anda mengetahui bahwa pertumbuhan tanaman cabai membutuhkan tanah sebagai tempat tumbuhnya yang ditunjang dengan pupuk, air, pH, cahaya, suhu, serta udara. Faktor-faktor pendukung itulah yang dimaksud dengan variabel. Jadi, variabelmerupakan faktor-faktor yang berpengaruh dan memiliki nilai (ukuran tertentu) serta dapat berubah atau diubah.
Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel kontrol, dan variabel terikat. Pada contoh tersebut, tanah sebagai variabel bebas karena akan diteliti pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Variabel bebas adalah faktor yang dapat dibuat bervariasi. Adapun faktor seperti cahaya, suhu, pH, air, udara, dan pupuk merupakan variabel kontrol, yaitu faktor lain yang ikut berpengaruh dan dibuat sama serta terkendali, sedangkan pertumbuhan tanaman cabai sebagai variabel terikat, yaitu faktor yang muncul akibat variabel bebas.


Cara Permecahan Masalah Dalam Biologi
Jika Anda sudah mempelajari biologi dengan cara melakukan pendekatan proses, maka langkah selanjutnya adalah melakukan eksperimen. Eksperimen merupakan kegiatan melalui tata cara tertentu yang biasa dilakukan oleh ilmuwan, dengan tujuan untuk memecahkan masalah atau menemukan jawaban terhadap suatu masalah. Samakah cara yang dilakukan para ilmuwan untuk memecahkan suatu masalah? Ada beberapa indikator/petunjuk untuk menyelesaikan suatu masalah dalam pembelajaran biologi. Apa saja indikator tersebut?
Beberapa indikator yang dipakai untuk memecahan masalah adalah sebagai berikut.


Merumuskan Masalah
Dari hasil suatu pengamatan akan timbul suatu permasalahan. Selanjutnya masalah itu dirumuskan, kemudian akan diperoleh fakta yang berkaitan dengan masalah yang akan dihadapi.
Contoh: Anda ingin mencoba memberikan pupuk kompos terhadap tanaman cabai. Perubahan kondisi yang akan diteliti adalah pertumbuhan tanaman cabai, yaitu tentang perubahan tinggi tanaman serta besar daunnya dibandingkan dengan tanaman cabai yang tidak diberi pupuk. Selanjutnya, Anda dapat merumuskan suatu masalah, misalnya adakah pengaruh pupuk kompos terhadap pertumbuhan tanaman cabai? Dari permasalahan ini kemudian disusun hipotesis/dugaan sementara.


Menguji Hipotesis
Setelah menyusun jawaban sementara, misalnya bahwa pupuk kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai, selanjutnya hipotesis itu diuji dengan melakukan eksperimen melalui tahap-tahap berikut.


Perencanaan
Kegiatan perencanaan ini dilakukan sebelum melakukan eksperimen, yaitu dengan merencanakan dan mempersiapkan alat serta bahan terlebih dahulu. Semua peralatan yang dibutuhkan hendaknya didaftar, jangan sampai ada yang terlupakan atau tidak tersedia saat diperlukan. Misalnya untuk contoh di atas, maka alat dan bahan yang diperlukan adalah biji tanaman cabai, pot, tanah, pupuk kompos, air, penggaris/meteran, pensil, kertas, sekam, cetok, timbangan, dan sendok.


Pelaksanan Eksperimen
Pada tahap ini kegiatan yang harus dilakukan adalah menyiapkan semua kondisi yang sama terhadap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada pelaksanaan eksperimen hendaknya memperhatikan hal-hal berikut.


Taraf Perlakuan
Kegiatan pada taraf perlakuan adalah menentukan dan mengontrol variabel. Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol tidak.
Misalnya, sesuatu yang akan dicobakan, yaitu pupuk disebut sebagai variabel bebas, kemudian diberikan taraf perlakuannya, yaitu dengan memberikan pupuk dengan dosis yang berbeda-beda. Antara dosis pertama dengan dosis berikutnya sebaiknya meningkat secara tetap. Misalnya, perlakuan pertama dosisnya 1, perlakuan kedua dosisnya 2, perlakuan ketiga dosisnya 3, dan seterusnya. Setiap tingkatan dosisnya naik 1 kali.


Pengendalian Faktor Lain
Jika dalam suatu eksperimen akan dibuktikan pengaruh pupuk, maka pengaruh faktor lain harus dikendalikan, yaitu dengan cara memberikan faktor (variabel) pada semua kelompok perlakuan yang sama. Misalnya, pemberian air, besarnya pot, banyak tanah, jenis cabai, cahaya matahari, frekuensi pemupukan semuanya harus diperlakukan sama. Variabel ini dinamakan variabel tak bebasatau variabel terkendali.


Pengulangan
Sebaiknya dalam melaksanakan perlakuan eksperimen tidak hanya terhadap satu individu atau satu kelompok saja sebab sangat riskan karena data yang diperoleh bisa mengalami kesalahan yang tidak disengaja. Selain itu, satu individu/satu kelompok saja tidak bisa mewakili seluruh populasi.
Misalnya, jumlah setiap perlakuan ada 3 individu, berarti dalam eksperimen tersebut ada 6 perlakuan akan diulang sebanyak 3 kali sehingga untuk semua perlakuan terdapat 18 individu. Jadi, besarnya sampel (jumlah individu/ kelompok yang diberi perlakuan) seluruhnya adalah 18 individu. Semakin banyak ulangannya, berarti sampel juga semakin besar, sehingga hasilnya semakin sahih/mendekati kebenaran. Seperti terlihat pada contoh pemberian pupuk pada tanaman cabai. Pada percobaan 3 tanaman cabai diberikan pupuk kompos dengan dosis yang berbeda-beda


Pengukuran
Agar diperoleh data yang kuantitatif dan akurat, sebaiknya dilakukan pengukuran. Misalnya, untuk mengukur tinggi tanaman cabai, panjang batang, dan lebar daunnya dengan menggunakan meteran/mistar.


Observasi Dalam Ekserimen
Maksud observasi dalam eksperimen adalah mengamati dengan teliti perubahan atau gejala yang terjadi ketika melakukan percobaan dengan maksud mengumpulkan data yang lebih banyak.
Contoh: Percobaan yang dilakukan pada contoh pengulangan tersebut di atas diketahui ternyata tanaman cabai mempunyai ketinggian yang berbedabeda walaupun diberikan pupuk yang sama


Menjawab Masalah
Dari masalah yang akan dijawab, melalui kegiatan eksperimen dicari dan ditemukan jawabannya berdasarkan analisis data yang diperoleh dalam eksperimen, kemudian didiskusikan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mencari rata-rata dari semua data yang diperoleh atau diubah ke dalam persen kemudian dibuat grafik. Hasil rata-rata itu kemudian ditafsirkan dan dijadikan pijakan untuk membuat kesimpulan.


Menguji Jawaban
Tahap ini dilakukan untuk meyakinkan kebenaran suatu jawaban. Pengujian sekali lagi perlu dilakukan melalui percobaan seperti contoh di depan. Pengujian ini dilakukan dengan kondisi dan perlakuan yang sama seperti semula. Contoh dilakukan percobaan pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai dengan perlakuan pada sejumlah individu yang sama. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin banyak pemberian pupuk, semakin banyak memberikan hasil yang paling baik dari sampel yang dicobakan.

Menarik Kesimpulan
Kesimpulan diperoleh berdasarkan hasil dari eksperimen. Kemungkinan kesimpulan pertama, hipotesis ditolak jika dugaan sementara tidak sesuai dengan hasil eksperimen. Apabila hipotesis diterima, berarti dugaan sementara sesuai dengan hasil eksperimen. Manakah hasil eksperimen yang baik, jika hipotesis ditolak atau diterima? Semua hasil eksperimen dikatakan baik jika dilakukan dengan prosedur secara ilmiah, contoh dari hasil percobaan terhadap pemberian pupuk diketahui pemberian pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai.